Daerah  

Diduga Pembagunan Siring kampung Setia Negara Baradatu Menyalahi Aturan

WAY KANAN.TARGETLIPUTAN.COM,- Pengerjaan proyek pembangunan drainase dari anggaran Dana Desa 2024, di Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, diduga menyalahi aturan dan tidak sesuai dengan RAB.(5/5).

Diketahui, pembangunan drainase yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD) 2024 di Dusun 5 (lima), Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, sepanjang 315 meter itu menelan anggaran sebesar Rp 167 juta. Dan dikerjakan secara asal asalan dan tidak sesuai dengan aturan yang ada.

Dari informasi yang di himpun awak media dilapangan, keluhan warga bukan hanya terkait dengan dugaan RAB tidak sesuai namun teknis pekerjaa juga Hal tersebut di sampaikan langsung oleh salah satu warga Kampung Setia Negara inisial N yang tidak ingin namanya disebutkan

“ Ya betul pak, pekerjaan ini selain mengganggu lalu lintas dan teknisnya kurang, kuat dugaan saya tidak sesuai RAB atau dikerjakan asal asalan, dan menyalahi RAB, dari sini saja sudah ada temuan terkait satuan harga tentu ini akan berpengaruh pada kwalitas mutu,kami khawatir bangunan tidak akan bertahan lama, ” ungkapnya
Kembali Awak media mencari keterangan dari para pekerja dilapangan,dan didapatkan bahwa para pekerja tidak pernah dikasi Gambar dan RAB pembangunan siring ini
“kami hanya mengerjakan pak, kami tidak ada gambar dan RAB nya, kami menggali dan membuat siring ini sesuai perintah saja”,terangnya

Baca Juga  Penjelasan Ketua Tim Monev Kecamatan Negeri Agung Terkait Realisasi: Fisik DD Kampung Sunsang

Terpisah Ketua Barisan Relawan Jokowi Presidem (BARAJP) Iparia Rahmat saat dimintai keterangan dan pendapatnya terhadap pembangunan siring ini mengatakan bahwa pembangunan siring desa harus sesuai dengan RAB nya

“ Pembangunan menggunakan Dana Desa ya harus sesuai dengan RAB dikarenakn tidak ada setoran seperti proyek yang lain, kalau saya lihat itu banyak kesalahannya, dari ukuran standar siring aja sudah menyalahi aturan, panjang, lebar dan tinggi sudah banyak yang dicolong,”terang rahmat

“ Saya minta warga dan Aparatur penegak hukum untuk control pembangunan didesa nya, kalau seperti ini masyarakat yang dirugikan, dana pembangunan besar tetapi tidak sesuai, ntah siapa yang diuntungkan”,tutup Rahmat.TL(RED)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *